Peserta Pemberdayaan Masyarakat Ogan Ilir Unjuk Karya

Berita
Typography

PUSAT Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya bekerjasama dengan Kab. Ogan Ilir Sumatera Selatan mengadakan Program Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan melalui Magang Kriya Tekstil dan Kayu. Kegiatan yang dimulai sejak 16 juli lalu telah resmi ditutup pada tanggal 13 September 2019 oleh Kepala PPPPTK Seni dan Budaya Dr. Sarjilah, M.Pd. bertempat di ruang Pameran.


Dalam sambutannya Dr. Sarjilah. M.Pd. mengatakan apa yang telah dilakukan oleh Kepala Desa merupakan ide yang cerdas, karena ada keberanian untuk melakukan sesuatu sehingga perlu diberikan penghargaan, karena SDM yang ada tidak boleh hanya dibiarkan saja, sehingga dengan keberanian untuk keluar dari desa merupakan pintu menuju sebuah kemajuan, sehingga berharap ilmu yang sudah diperoleh bisa kembangkan kepada sesama teman-teman yang berada di desa, karena ilmu yang bermanfaat akan mengalir terus menerus apabila diamalkan.


7 Peserta yang berasal dari beberapa Kecamatan yang berada di Kab. Ogan Ilir Sumatera Selatan menimba wawasan di studio tekstil dan kayu dengan dipandu pengajar yang terlatih di bidangnya. Dengan latarbelakang yang bukan dari bidang tekstil dan kayu, peserta dengan antusias mengikuti langkah demi langkah yang dipaparkan. Seperti yang dikatakan oleh Dra. Widarwati, M.Sn. selaku Widyaiswara Tekstil bahwa sangat bangga dengan hasil karya yang telah dihasilkan mengingat pesertanya tidak memiliki dasar sama sekali, namun bisa tampak dari hasil karya yang dipamerkannya.

Diutarakan pula oleh Winarto, S.Pd., M.Pd. Widyaiswara kayu bahwa selama kegiatan pelatihan berlangsung khususnya pada waktu pengerjaan teknik ukir ada hal unik yang terjadi dimana peserta rata-rata salah dalam mengambilan pahat yang hampir berjumlah 30 jenis ukuran sehingga tidak sesuai dengan gambar kerja/pola sehingga pengajar memberikan pendampingan penuh dan memberikan contoh yang benar.


Rasa haru dan banggapun semakin bertambah ketika Muammad Awaluddin Misa salah satu peserta kriya tekstil dengan mengenakan baju batik hasil karyanya sendiri memberikan kesan-kesannya dimana sangat senang belajar di PPPPTK Seni dan Budaya dengan dampingan Widyaiswara dan Instruktur yang membantu dengan sepenuh hati, dan mengharap agar tali silaturahmi ini tetap terjalin sampai kapanpun.


Produk Hasil karya peserta yang dipamerkan pada kesempatan itu diantaranya berupa meja rias, gantungan baju, tempat lilin, tempat pensil, tas go green, dompet tissue. Kepala Desa Ulan Kerbau Lama yang turut hadir pada saat itu merasa bangga karena menurutnya karya yang telah dihasilkan bukan hanya karya biasa namun luar biasa.


Kegiatan yang berlangsung selama 2 bulan ini dilatar belakangi oleh UU No.22/1999 Desa atau yang disebut dengan nama lain sebagai satu kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai susunan asli berdasarkan hak asal-usul yang bersifat istimewa sebagaimana yang dimaksud dalam penjelasan pasal 18 UUD 1945. Sehingga masyarakat pedesaan perlu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pembangunan komunitas secara berkelanjutan.


Tujuan diadakannya kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan melalui Magang Kriya Tekstil dan Kayu adalah untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang Kriya Kayu dan Kriya Tekstil sebagai pelopor pengembangan dan pembangunan masyarakat di daerah asalnya, sehingga Pengembangan dan Pembangunan SDM Pedesaan di Sumatera Selatan dapat berjalan dengan baik. (Herlin)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS