SD Tri Tunggal Mengenal Seni dan Budaya

Berita
Typography

SIAP Selamat Pagi” itulah jawaban semangat dari peserta didik dalam kegiatan Eduwisata SD Tri Tunggal Semarang untuk hadir kedua kalinya ke Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya. Bertempat di Gedung Baru Lantai 3 peserta didik yang terdiri dari kelas 5 ini diterima secara resmi oleh Kepala Bidang Program dan Informasi Sigit Purnomo, M.Pd pada tanggal 10 Oktober 2019.


Dalam sambutannya Sigit mengatakan selamat datangnya di PPPPTK Seni dan Budaya semoga ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat, dan berharap hubungan kerjasama ini tetap bisa berlanjut di kemudian hari, sementara itu Linda Ratna Ayu Koordinator Level Kelas 5 SD Tri Tunggal dalam sambutannya meminta bimbingan ilmu, dan terima kasihnya telah diberikan kesempatan bagi peserta didiknya untuk menimba ilmu untuk yang kedua kalinya walau dengan peserta didik yang berbeda. Setelah diterima secara resmi 75 peserta didik ini kemudian terbagi menjadi 3 kelompok yang akan mempelajari Kriya Keramik, Seni Musik dan Desain Komunikasi Visual (DKV).


Berkat bimbingan Widyaiswara Sugiya, S.Pd., M.Sn. yang didampingi oleh Urep Sudarta, dan Supriyanto, peserta didik yang berjumlah 25 orang ini mampu menghasilkan karya di antaranya boneka kura-kura dan tempat pensil dengan diajarkan berbagai macam teknik seperti pijit dan pilin.


Seni musik dengan widyaiswara Drs. Heri Yonathan Susanto, M.Sn. yang didampingi oleh Tri Widi Rahmanto, mengajarkan peserta didik untuk bermain angklung dengan memainkan lagu “Ambilkan Bulan” seperti yang dikatakan Marco salah satu siswa dari SD Tri Tunggal peserta dari seni musik, bahwa sang juara catur ini sangat menikmati alat musik angklung yang dibawanya.


Sementara Desain Komunikasi Visual (DKV) dibawah bimbingan Drs. I Gusti Ngurah Swastapa, M.Ds. dan Eni Setiani, S.Pd. memberikan wawasan seputar topeng seperti jenis topeng, bentuk topeng tradisional, hingga kepada contoh topeng modern, dan diakhir pembelajaran peserta didik yang berjumlah 30 orang diajarkan untuk menempel bentuk seperti wajah, hidung dan hiasan telinga sehingga menjadi sebuah topeng.


Setelah diberi warna sesuai dengan kreativitas masing-masing peserta didik diberikan kesempatan untuk mempresentasikan secara berkelompok yang terdiri dari 3-5 orang dengan membuat pementasan sederhana dan singkat dengan menggunakan topeng hasil karya mereka di depan kelas dan di depan para pengajar. (Herlin)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS