IWAN SYAHRIL: Pendidikan Seni Budaya Tidak Boleh Dimarginalkan

P4TKSB
Typography

PENDIDIKAN seni budaya tidak boleh termarginalkan. Ini sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara, yakni esensi yang perlu disasar dari pendidikan itu budi pekerti. Budi pekerti ini didefinisikan sebagai cipta, rasa dan karsa. “Itu yang sekarang kita sebut holistic education. Ini menjadi pondasi pendidikan yang telah dikembangkan Ki Hajar Dewantara dan sekarang harus mulai kita gunakan lagi karena pendidikan itu harus holistic, kalau tidak, nanti akan timpang,” ungkap Staf Khusus Mendikbud Bidang Pendidikan dan Pengembangan Profesi Guru Dr. Iwan Syahril, Ph.D saat berkunjung ke PPPPTK Seni dan Budaya, belum lama ini.

 

Iwan juga menegaskan pentingnya memajukan pendidikan seni budaya karena menjadi salah satu ketrampilan abad 21 yang harus tetap dihidupkan dan masuk hal yang utama. “Dalam revolusi industri 4.0, dimana semuanya sangat robotic, internet of thing dan artificial Intelligence, esensi manusia, baik emosi, estetika, imajinasi dan kreativitas itu menjadi hal yang sangat mahal harganya. Di sini peran pendidikan seni budaya sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dengan Mapel lain, harus terintegrasi dengan Mapel lain,” bebernya.
Pada kesempatan sama, Iwan juga memastikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak akan merombak secara keseluruhan terhadap kurikulum yang selama ini sudah diterapkan di semua jenjang sekolah. Tetapi dilakukan perbaikan dengan melakukan inovasi-inovasi menuju terciptanya SDM unggul seperti yang menjadi visi Presiden RI Joko Widodo.
“Terkait kurikulum, kita terus melakukan continuous improvement. Apa yang sudah baik, tetap kita pertahankan. Bukan hanya di kurikulum, tapi dalam hal-hal lain seperti yang menjadi semangat Presiden Jokowi sekarang yang menginginkan SDM unggul. Kita harus melakukan inovasi-inovasi di semua lini. Mengubah mindset kita, mindset yang lebih inovatif,” ujarnya.
Ditambahkan Iwan, guru merupakan ujung tombak perubahan pendidikan. Untuk itu perlu peningkatan kesejahteraan guru yang dibarengi peningkatan kualitas. “Kembali lagi filosofinya langah-langkah yang sudah baik, tetap kita teruskan. Tapi mungkin ada hal-hal yang belum, harus kita tingkatkan. Termasuk terkait isu-isu guru tentunya,” jelasnya.
Pada kunjugan itu, Iwan menjaring masukan melalui diskusi dengan Kepala PPPPTK Seni dan Budaya Dr Sarjilah MPd, pejabat struktural, para wisyaiswara dan Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP). Iwan juga meninjaui studio-studio yang ada di PPPPTK Seni dan Budaya serta menyaksikan hasil karya para guru dan widyaiswara. (Janu)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS