Laboran dan Teknisi SMK tingkatkan kompetensi di PPPPTK Seni dan Budaya

Berita
Typography

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya mengadakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Laboran dan Teknisi Laboratorium/bengkel Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan dibuka secara resmi pada 3 November 2019 oleh Kepala Bagian Umum Drs. Joko Sarosa, M.Or. bertempat di Ruang Sidang Baru Kantor Pusat yang diikuti 76 tenaga laboran dan teknisi laboratorium/bengkel SMK.


Terbagi menjadi 2 kelas A dan B, kegiatan yang berlangsung hingga 8 November 2019 diampu oleh Widyaiswara Dr. I Gede Oka Subagia, M.Hum., Winarto, M.Pd., Eru Wibowo, S.Sn., M.Pd., dan Liem Arisayanti, S.Sn., M.Ds.Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari beberapa instansi diantaranya dari SMKN 1 Somba Opu, SMKN 2 Gowa, SMKN 7 Padang dan SMKN 2 Palu.  


Program yang diberikan oleh narasumber diantaranya adalah pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan serta pemeliharaan, perawatan peralatan dan bahan. Pada program Visitasi ke laboratorium/bengkel peserta diajak berkunjung ke SMKN 1 Kalasan dan diterima oleh Kepala Sekolah Eri Yuliantoro, S.Sn.


Keberadaan tenaga laboratorium/bengkel sekolah khususnya SMK merupakan salah satu tenaga kependidikan yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena berfungsi untuk memberikan pelayanan kegiatan praktik dan praktikum peserta didik.

Pelayanan laboratorium dapat berjalan dengan baik apabila terlayani oleh tenaga laboratorium yang kompeten dalam menjalankan tugas pengelolaan laboratorium. Seperti yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 26 tahun 2008 tentang standar laboratorium sekolah/madrasah, maka keberadaan tenaga teknisi dan laboran diperlukan pemahaman dan kemampuan sesuai dengan tuntutan standar yang ditetapkan, sehingga diperlukan bimbingan teknis secara terencana, sistematis dan terukur.


Tujuan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Laboran dan Teknisi Laboratorium/bengkel Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) salah satunya adalah mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan laboratorium/bengkel yang harus dikerjakan pada laboratorium/bengkel sekolah dengan memahami dan mengikuti pedoman kerja tenaga laboratorium/bengkel sekolah yang ada, sehingga berdampak pada tumbuh kembangnya pengetahuan, sikap, dan ketrampilan para teknisi dan laboran tentang inplementasi Inpres No. 9 tahun 2016 di lingkungan SMK dan juga diperolehnya pemahaman tentang pengelolaan laboratorium/bengkel integrative, inovatif dan kreatif.(Herlin).

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS