MGMP Maros Kunjungi PPPPTK Seni dan Budaya

Berita
Typography

GURU seni budaya itu harus memiliki rasa percaya diri” sepenggal kalimat yang diutarakan oleh Dr. Dra. Sarjilah, M.Pd. Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya dalam sambutannya menyambut kunjungan dari MGMP Seni Budaya SMP Kabupaten Maros. Berlangsung pada 8 November 2019 di Ruang Bima Kantor Pusat PPPPTK Seni dan Budaya yang dihadiri oleh 20 peserta.

Didampingi oleh Kepala Bidang Program dan Informasi Sigit Purnomo, M.Pd. Sarjilah mengatakan rasa terima kasih atas terpilihnya PPPPTK Seni dan Budaya yang menjadi salah satu tujuan dari eduwisata yang dilakukan oleh MGMP Seni Budaya SMP Kab Maros, semoga ilmu yang sudah didapatkan pada kunjungan kali ini bisa diterapkan ke peserta didik dan diharapkan peserta didik akan menyukai dunia seni budaya, sehingga keberadaan seni budaya menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter.

 

Kegiatan kunjungan kali ini MGMP Seni Budaya Kab Maros dipimpin oleh M. Ismail Koordinator Bidang Administrasi MGMP Kab Maros, mengatakan bahwa guru-guru khususnya di Kab Maros hanya sedikit yang pernah berada di PPPPTK Seni dan Budaya, dan hanya mendengar saja tentang keberadaan Yogyakarta, maka dari itu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah mendapat informasi apa itu PPPPTK Seni dan Budaya agar bisa menginformasikan kepada tenaga pendidik yang lain mengingat tenaga pendidik SMP di Kab Maros berasal dari dasar mata pelajar yang berbeda-beda.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Ismail mengungkapkan harapannya bahwa tenaga pendidik SMP di Kab Maros bisa diundang untuk mengikuti diklat di PPPPTK Seni dan Budaya yang disambut tepuk tangan dari peserta yang hadir.

Sebelum melakukan kunjungan ke studio seni rupa, tekstil, dan keramik peserta terlebih dahulu diberikan paparan oleh Kepala Bidang Program Sigit Purnomo, M.Pd. yang memberikan paparan tentang esensi pendidikan seni. Diungkapkan Sigit bahwa menjadi tenaga pendidik seni budaya harus mempertimbangkan 3 aspek yaitu aspek kreatifitas, mampu mengembangkan sikap apresiatif/menghargai dan melatih kepekaan rasa.

Ditambahkan Sigit menjadi tenaga pendidik seni budaya harus memiliki rasa percaya diri, karena seni itu hebat, bisa menembus logika, ruang dan logika, dan seni jugalah yang mampu menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Selain menjadi penyeimbang otak kanan dan kiri seni juga merupakan media pembelajaran dari ilmu lain, seperti dicontohkan Sigit kaitan menjadi media pembelajaran ilmu lain adalah kaitan ilmu seni dengan ilmu matematika yang digambarkan dengan satu buah jeruk yang ditambahkan dengan satu buah jeruk maka hasilnya akan menjadi dua buah jeruk, sehingga untuk meningkatkan estetik bagi tenaga pendidik bisa ditempuh dengan banyak cara yang didapat melalui kegemaran dalam membaca. (Herlin).

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS