Sidebar

27
Rab, Mei

STKIP PGRI Trenggalek Kembali Kunjungi PPPPTK Seni dan Budaya

Berita
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Kali ketiga STKIP PGRI Trenggalek mengadakan Workshop Pembelajaran Seni Budaya ke Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya. Rombongan diterima secara resmi oleh Kepala Bidang Program dan Informasi Sigit Purnomo, M.Pd. di Ruang Nakula, Selasa, 21 Januari 2020. Workshop ini diikuti 51 mahasiswa dan 3 pembimbing.


Dipimpin Ari Metalin Ika Puspita, M.Pd, kegiatan kali ini difokuskan kepada pelatihan seni teater. Dikatakan Ari bahwa kali ketiga kedatangannya untuk memberikan wawasan dan gambaran bagi mahasiswanya dan merupakan mata kuliah wajib bagi Prodi PGSD yaitu seni. Dua kali kunjungan yang lalu STKIP Trenggalek sudah fokus pada seni karawitan, dan seni rupa, sehingga pada tahun ketiga ini akan mencoba sesuatu yang baru yaitu lebih menitikberatkan pada seni teater.


Hasil yang didapat dari Workshop Pembelajaran di PPPPTK Seni dan Budaya pada dua tahun terakhir itu terbukti mahasiswanya mampu mengadakan pameran setiap semester bidang seni rupa. Ilmu dari seni karawitan dibuktikannya dengan sudah dua kali tampil dalam acara pelepasan wisuda.


Ari berharap dengan Workshop Pembelajaran Seni Budaya bagi mahasiswa semester 5 ini akan menjadi lebih bervariatif dalam bidang seni yang sudah dipelajari di PPPPTK Seni dan Budaya mulai dari seni rupa, seni karawitan dan seni teater, sehingga bisa diterapkan dan bisa diaplikasikan sebagai media pembelajaran di sekolah dasar.


Sementara Sigit Purnomo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas terpilihnya PPPPTK Seni dan Budaya untuk ketiga kalinya, dan berharap dengan Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas. Karena kreativitas paling berperan dalam sistem pendidikan khususnya bagi guru.


Bagi guru, hal yang tidak mudah adalah mengajar anak-anak sekolah dasar khususnya pada kelas bawah (downclass,) sehingga untuk mengajar khususnya di kelas bawah diperlukan kreativitas yang tinggi mengingat anak-anak kelas bawah membutuhkan perhatian lebih dari seorang guru tandasnya.


Kegiatan pembukaan Workshop Pembelajaran Seni Budaya diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan dilanjutkan dengan workshop di studio teater yang diampu widyaiswara Eko Santosa, S.Sn serta Yustinus Aristono, M.Sn. Peserta juga melakukan kunjungan di beberapa studio PPPPTK Seni dan Budaya. (Herlin).