BBPPMPV Seni dan Budaya...

BBPPMPV Seni dan Budaya Fasilitasi Vaksinasi Massal

Bagikan konten ini
0
Dibagikan
Berita

BALAI Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, ikut memfasilitasi kegiatan Vaksinasi Covid-19 secara Massal yang diikuti seluruh karyawannya, ditambah karyawan PPPPTK Matematika, guru dan takmir masjid di wilayah sleman dengan jumlah total mencapai 1.200 orang.
Vaksinasi itu ditinjau langsung Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, didampingi Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya Dr. Dra. Sarjilah, M.Pd. dan Kepala Bagian Tata Usaha Masrukhan Budiyanto, M.M. Kegiatan berlangsung Kamis (22/04/2021).


Pada kunjungannya, Kustini yang menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan peserta, berharap dengan diadakannya vaksinasi ini, tidak akan muncul klaster-klaster baru di bulan Ramadhan. Sehingga sampai saat ini sudah 1.500 takmir masjid yang telah divaksin dari target total 6.000 orang.


“Begitu ada suplai vaksin dari provinsi, langsung dilakukan secepatnya sehingga akan semakin banyak yang memperoleh vaksin di wilayah Sleman,” ungkap Kustini.
Kustini di hadapan peserta vaksinasi menekankan bahwa mereka yang sudah divaksin bukan jaminan tidak akan terpapar Covid-19. Untuk itu harus tetap mematuhi protokol kesehatan. “Begitu keluar rumah harus tetap mematuhi prokes,” tegasnya


Sementara Sarjilah dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan vaksinasi di BBPPMPV Seni dan Budaya selaku UPT dibawah Kemendikbud, adalah salah satu upaya untuk mempermudah masyarakat sekitar mendapat vaksin.
“Vaksinasi itu juga merupakan upaya memberikan perlindungan kepada pegawai dari merebaknya virus corona yang belum usai, sehingga diharapkan denga divaksin pegawai akan lebih tenang dan mantap dalam menjalankan tugas sebagai ASN di Kemendikbud,“ tambah Sarjilah.


Antusias warga dengan adanya vaksin yang difasiliasi BBPPMPV Seni dan Budaya, terbukti dengan hadirnya sejumlah peserta tanpa mendapatkan undangan terlebih dahulu, namun tetap dilayani dengan baik dan telah mendapatkan vaksin tahap I. Dari total 1200 peserta program vaksin ini, terdapat 28 peserta yang tidak lolos screening kesehatan, sehingga gagal mendapatkan vaksin.


Vaksin tahap II akan dilakukan setelah 28 hari dari dosis pertama. (Herlin).

Bagikan konten ini
0
Dibagikan

Ikuti kami

Klik tombol untuk mengikuti media sosial dan chat Whatsapp. Terima kasih