BBPPMPV Seni dan Budaya...

BBPPMPV Seni dan Budaya Kembangkan SIM Diklat

Bagikan konten ini
0
Dibagikan
Berita

PENGEMBANGAN Sistem Informasi Manajemen (SIM) Diklat untuk Mendukung e-Administration adalah rangkain kegiatan yang digagas oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya. Bertempat di Hotel Alana kegiatan yang berlangsung 5 hingga 7 April 2021, dibuka secara resmi oleh kepala BBPPMPV Seni dan Budaya Dr. Dra. Sarjilah, M.Pd.


Sebanyak 32 peserta mengikuti kegiatan Pembuatan SIM Diklat untuk Mendukung e-Administration di lingkungan BBPPMPV Seni dan Budaya itu. Bertujuan untuk optimalisasi jaringan teknologi informasi yang ada, kegiatan selama 3 hari tersebut menghadirkan narasumber diantaranya Kepala Bagian Tata Usaha Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., Agus Isnantara, S.T., Rusfansyah dan nara sumber dari CV. Lumen Teknoindo Aedhoh Salim Assaidi, S.Kom.


Jaringan sistem informasi yang optimal tentunya akan mempengaruhi kinerja secara menyeluruh. Memanfaatkan jaringan intranet beberapa program yang bisa dikembangkan di BBPPMPV Seni dan Budaya antara lain adalah remote control, internal database, sharing data dan komunikasi antar unit secara langsung.


Dukungan piranti teknologi informasi bagi BBPPMPV Seni dan Budaya menjadi penting mengingat kompleksitas kinerja dan layanan yang harus dilaksanakan secara optimal, efektif dan efisien, sehingga dapat benar-benar mendukung kegiatan operasional lembaga. Pengembangan SIM Diklat untuk Mendukung e-Administration BBPPMPV Seni dan Budaya merupakan peralihan dari sistem manual menuju sistem berbasis web dan mobile.


“Pengembangan SIM Diklat BBPPMPV Seni dan Budaya merupakan pengembangan dari sistem lama yang masih menggunakan sistem manual dikembangkan ke sistem informasi manajemen diklat berbasis web dan mobile,” ujar Rusfansyah salah satu narasumber pada kegiatan itu.


Pengembangan SIM diklat ini tentunya akan mempermudah bagi karyawan dalam bekerja, serta mampu meningkatkan produktifitas untuk mendukung setiap program-program lembaga.
“Sangat penting, karena mempemudah dan mempercepat dalam pengambilan keputusan, membuat karyawan semakin mudah dalam bekerja, dan dapat meningkatkan produktifitas dalam bekerja,” imbuh Fansyah.


Dalam kegiatan tersebut peserta dibekali materi pokok seperti menentukan metode, pengukuran yang digunakan, pengumpulan data, interpretasi dan komunikasi, sehingga berdampak terciptanya standar pelayanan prima yang mendukung terciptanya pelayanan prima menuju WBBM. (Herlin).

Bagikan konten ini
0
Dibagikan

Ikuti kami

Klik tombol untuk mengikuti media sosial dan chat Whatsapp. Terima kasih